Kematian akan datang dimana saja dan kapan saja. Maka
berhati-hatilah untuk melakukan sesuatu dan mempergunakan waktu yang dipunya.
Karena kita, sejatinya sedang menunggu tenunan kain kafan kita selesai untuk
dipakai menghadapnya. Lalu, apakah kita pantas sembari menunggu kain kafan
selesai ditenun dengan tertawa sepenuh mulut, makan sepenuh perut, dan mencari
hiburan sepenuh nafsu? Sudah datang kepada kita kabar bahwa mati tak menunggu
kita taubat, mati tak melihat usia, mati bisa datang kapan saja dan untuk siapa
saja.
Allah Berfiman dalam Qur’an surat Al-Ankabut [29]:57 yang
berbunyi ;
“ Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”
Tegas Allah katakan semua makhluk yang benyawa pasti akan
mendapatkan kematian. Namun kita seolah tuli akan berita ini. Tetap saja tidak
menyadari dan terus saja hidup memenuhi nafsu.
Sesungguhnya manusia itu lalai, hingga tiba saatnya ia
menghadap Allah, lalu dia meminta untuk dihidupkan kembali kedunia hanya untuk
bersujud kepada Allah. Tapi apalah daya dan upaya waktu takkan pernah terulang
kembali walau sedetik.
Kita harus menanamkan
pada diri kita bahwasanya kita hidup didunia hanya mampir sebentar. Kita akan
kembali kepada Allah. Namun, bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk
menghadap Allah?
Mari kita bijak menghadapi hidup, karena Rasulullah
bersabda: “ Orang yang pintar itu adalah oarng yang selalu mengingat kematian”.
Sebab dengan mengingat kematian akan
menyadarkan kita dari kelalaian kita selama ini sehingga hati kita menjadi
lembut.
Sa’id ibn Jubair berkata: “ Seandainya mengingat kematian
hilang dari ku, aku khawatir hatiku akan rusak”.
Saya pernah mendapat sebuah nasehat tentang mengingat
kematian. Faedah apabila kita mengingat kampung akhirat dan kematian maka kita
akan mendapatkan semangat dalam beribadah, dan membaguskannya karena merasa
bahwa amal masih sedikit dan banyak dosa, barang kali ini ibadah terakhir kita,
segera dalam taubat atau tidak menunda-nunda untuk bertaubat, selalu bersyukur
dan Qana’ah dengan rezeki dari Allah.
Bagaimana dengan kita, sudah siapkah kita menghadap kematian
yang bisa datang kapan saja dan dimana saja? Akankah kita mati dalam keadaan husnul khatimah?
Wallahu’alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar