Kamis, 03 November 2016

Ia Takkan Menunggu Kesiapanku



Kematian akan datang dimana saja dan kapan saja. Maka berhati-hatilah untuk melakukan sesuatu dan mempergunakan waktu yang dipunya. Karena kita, sejatinya sedang menunggu tenunan kain kafan kita selesai untuk dipakai menghadapnya. Lalu, apakah kita pantas sembari menunggu kain kafan selesai ditenun dengan tertawa sepenuh mulut, makan sepenuh perut, dan mencari hiburan sepenuh nafsu? Sudah datang kepada kita kabar bahwa mati tak menunggu kita taubat, mati tak melihat usia, mati bisa datang kapan saja dan untuk siapa saja. 

Allah Berfiman dalam Qur’an surat Al-Ankabut [29]:57 yang berbunyi ;
“ Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”

Tegas Allah katakan semua makhluk yang benyawa pasti akan mendapatkan kematian. Namun kita seolah tuli akan berita ini. Tetap saja tidak menyadari dan terus saja hidup memenuhi nafsu.
Sesungguhnya manusia itu lalai, hingga tiba saatnya ia menghadap Allah, lalu dia meminta untuk dihidupkan kembali kedunia hanya untuk bersujud kepada Allah. Tapi apalah daya dan upaya waktu takkan pernah terulang kembali walau sedetik.

 Kita harus menanamkan pada diri kita bahwasanya kita hidup didunia hanya mampir sebentar. Kita akan kembali kepada Allah. Namun, bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadap Allah?
Mari kita bijak menghadapi hidup, karena Rasulullah bersabda: “ Orang yang pintar itu adalah oarng yang selalu mengingat kematian”.  Sebab dengan mengingat kematian akan menyadarkan kita dari kelalaian kita selama ini sehingga hati kita menjadi lembut. 

Sa’id ibn Jubair berkata: “ Seandainya mengingat kematian hilang dari ku, aku khawatir hatiku akan rusak”.

Saya pernah mendapat sebuah nasehat tentang mengingat kematian. Faedah apabila kita mengingat kampung akhirat dan kematian maka kita akan mendapatkan semangat dalam beribadah, dan membaguskannya karena merasa bahwa amal masih sedikit dan banyak dosa, barang kali ini ibadah terakhir kita, segera dalam taubat atau tidak menunda-nunda untuk bertaubat, selalu bersyukur dan Qana’ah dengan rezeki dari Allah.

Bagaimana dengan kita, sudah siapkah kita menghadap kematian yang bisa datang kapan saja dan dimana saja? Akankah kita mati dalam keadaan husnul khatimah?
Wallahu’alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar