Selasa, 01 Agustus 2017

Aku dan dia akankah menjadi kita

 Terlalu banyak cara Tuhan menghadirkan cinta, bahkan aku dan dia tidak saling mengenal. Namun, dialah yang aku cintai secara diam-diam. Memupuk rasa berharap menjadi sebuah impian yang indah. Menjalin kasih untuk menuju kehidupan yang bisa dilalui bersama-sama dalam suka, cita ,dan duka. saling memberi dan saling melengkapi bersama dalam kata yang pasti "pernikahan". Ikatan suci yang tak mengekang dan tak melarang segala yang berbau cinta dan kasih.

Meskiku mengenal dia hanya sebatas nama, tapi dia yang ku harap dan pinta dalam setiap do'a. Aku tahu mungkin ini sebuah pengharapan yang sia-sia. Sabar, mungkin hanya itu yang tepat untuk mewakili hati yang setiap hari ditumbuhi bunga yang beracun ini. Acap kali merindu menjadi teman dalam lamunanku. Namun hati ini masih punya Tuhan Yang selalu menemani, menguatkan dan menuntunku untuk menjadikannya rasa yang baik, sehingga menyadarkanku. Tuhan tak pernah menciptakan sesuatu sendiri, akan ada teman meski terkadang teman itu bukan seperti pengharapan. Belajar mencintai tak berlebihan sesuai kadar dan takaran jika itu belum terikat, apalagi hanya cinta dalam diam. biarlah Tuhan yang menentukan. Bukan kah pertemuan dan perpisahan telah di takdirkan? bukankah jodoh tak akan tertukar? Tak pantas rasanya aku merisaukan takdirNya.


Kamis, 04 Mei 2017

Puisi-puisian ( HIDUP)

AKU TAK BISA MELUKISKAN HIDUP KARENA AKU BUKAN SENIMAN YANG PUNYA KARYA INDAH DAN MENAWAN
AKU BUKAN CHEF TABLE YANG MAMPU MEMBUAT RASA HIDUP MENYATU DI HATI
AKU JUGA BUKAN PENULIS YANG MAMPU MENUANGKAN GEJOLAK RASA DALAM KATA-KATA
BUKAN JUGA AKADEMISI BIJAK YANG MAMPU MENCIPTAKAN SOLUSI TEPAT DAN CEPAT
AKU HANYALAH AKU
YANG TERUS MENOCABA BERJUANG DALAM SETIAP KEMALASAN YANG TELAH MENGALIRI JIWA.
YA, BURUK MEMANG AIB YANG TERLALU INI.
MALAS, BODOH, DAN ENTAH KATA APALAGI YANG PANTAS UNTUK MERUTUKI DIRI

OH, TUHAN...
BANTU AKU DALAM KEGERSANGAN INI
DALAM DAHAGA AKAN HIDAYAH
AKU MEMBUTUHKAN CAHAYA-MU UNTUK MEMBENARKAN LUKISAN HIDUPKU SAMPAI AKHIR HAYATKU..
Proses Pendewasaan diri yang kerap kali aku sudahi dengan keluhan. kadang aku bertanya dalam hati, kenapa aku begini? kenapa berubah itu terlalu sulit bagiku? pertenyaan demi pertanyaan terus terlontarkan seperti air mengalir. lalu bagaimana jawabannya? mengerikan. kadang membuat aku sendiri tertohok dan menangis tersedu-sedu. hatiku punya jawaban sendiri tentang aku yang kepayahan. " KAU TERLALU CEPAT MENYERAH" atau "KAU TERLALU MUNAFIK" atau " KAU BODOH TAK TAU CARANYA HIDUP" atau " ADUKAN PADA TUHAN DAN TERUSLAH BERUSAHA" atau "KAU TAK TERLALU YAKIN AKAN MENJADI DEWASA"
dan banyak lagi.
Proses Pendewasaan diri yang terus berjalan. aku coba sedikit demi sedikit menikmati proses itu. mana mungkinkan aku seperti anak-anak terus yang tanpa beban hidup. tentu proses pendewasaan diri itu harus ku jalani hingga aku nanti akan menjadi wanita dewasa yang solehah.

Harapan demi harapan aku gantungkan hanya pada Mu Tuhan. tuntun aku untuk terus dewasa dan semakin bijak menjalani hidup.

Rabu, 18 Januari 2017

Edisi curhat



Tulisan ini dibuat mungkin semacam curhat. Selama ini aku tidak pernah menulis hal-hal yang berbau curhat. Tapi kali ini aku coba untuk menuliskannya. Tak apa-apa tidak bagus karena aku hanya ingin menulis untuk menghilangkan kepenantan hati. 

Maaf ayah ibu, belum bisa jadi yang membanggakan.

Hari-hari aku lalui dengan kebosanan dan kerinduan. Bosan tidak ada kegiatan kuliah dan kegiaatan lainnya, juga aku bosan ada disini (red.Rumah orang).  Rindu pada orang tua juga rindu akan kelapangan, kelegaan dan  ketentraman yang kuharap segera datang. 

Aku bosan tinggal dirumah ini ayah, karena penguhuninya semua berpenyakit. Macam penyakit ayah, penyakit hati, pemarah, dan ada pula yang mudah tersinggung dan membingungkan.  Mereka lebih memilih diam dan marah-marah jika ada suatu hal dari pada membicarakannya untuk menemukan solusi, namun aku tak pernah berani memulainya.  Aku bosan serasa ingin keluar dari rumah ini, pergi mencari orang-orang yang sefikrah denganku. Entah aku tidak tahu ayah, mereka begitu karena keberadaanku atau aku yang tak pandai beradaptasi, atau terlalu banyak gengsi disini. Hal ini membuat kesumpekan baru di otakku yah.  

Ayah maaf belum bisa menjadi yang membanggakan, aku ingin menjadi penyejuk bagi sekitar tapi tenyata aku juga ikut terbakar jika ada api. Aku ingin meringankan tapi justru aku seperti beban disini.
Ibu maaf belum bisa menjadi yang membanggakan, aku ingin menjadi penengah,pendamai tapi  malah terbawa arus. Aku juga belum bisa menjadi orang yang setegar karang sepertimu ibu. Karena terlalu banyak keluhan yang ku lontarkan dari pada bersabar. 

Meski sudah banyak teori tentang menata hati, aku belum bisa sepenuhnya  mengamalkannya di kehidupanku. Aku ingin berubah jadi baik dan membanggakan. Jadi anak yang sholehah, jadi adik yang baik, menjadi penentram, jadi penyejuk jiwa yang ada disekitarku dan masih banyak cita-cita mulia yang ingin ku wujudkan tapi terasa begitu sulit sekali. Aku merasa sangat berdosa belum bisa mewujudkannya. 

Ayah ibu,Ternyata terlalu banyak penyakit hati kronir yang belum sembuh. Masih perlu pengobatan yang intensif, ku rasa aku ingin menjauh sejenak untuk perawatan hati ini.

Gak nyambung (bisa jadi)

sudah 20 tahun gue hidup. tapi gak berasa apa-apa.
Banyak hal yang gue lewati semua tak ada yang begitu berarti terlebih hidup yang sudah 20 tahu gue jalani tanpa berkesan. itu masih berkelanjuatan, gue ngomong gitu karena gue lagi pasrah, koq ya punya blog gak dimanfaatin. kalau ingat blog aja baru nulis kalau gak bisa tahunan juga gue gak bakalan nulis.

Malam ini gue sadar rupanya gue hidup udah 20 tahun tapi hidup gue kayak gak ad perubahan. meski gue udah berusaha sok sibuk tapi gue tetaplah gue. gak berubah, ( yah mau berubah jadi apa lagi...memang sudah begini adanya).
Maksud gue, berubah jadi bener-bener orang. ( ya, gue memang sudah jadi orang sejak dalam kandungan).

Susah ya kalau ngomong tentang diri sendiri.

yaahh intinyaaa, gue mau jadi orag yang bermanfaatlah. tapi kadang gue juga bukan orang yang konsisten jadiii sukak bingung sendri, apa mungkin itu disebabkan karena gue suka menyendiri. tapi kalau udah menyendiri itu bawaannya galau.

Heemmm. padahal kalau galau tinggal aduin aja sama Allah, kelar urusan. 
Tapi hidup gak segampang itulah.

Btw, cerita gue agak rada gak nyambung ya. tapi mohon dimaklumilah. baru kali ini gue buat postingan yang bernadakan amburadul.. hihihi

wassalam