Rabu, 15 Juni 2016
Bagaimana dengan kita?
"Ketika didengarkan ayat -ayat suci alqur'an kemudian bergetarlah hatinya" begitulah Allah membicarakan orang beriman dalam wahyunya. Sekarang bagaimana dengan kita? akankah kita tergolong kedalam yang Allah wahyukan.
Teringat pada perkataan salah seorang ukhti yang seketika itu juga hatiku teriris-iris dan meras tertampar-tampar. Ia berkata, " kalian tahu, pernah Rasulullah sholat bersama sahabat, bacaannya itu 1 jus dalam 1 raka'at. para sahabat tidak terkantuk-kantuk menunggu rentetan ayat-ayat yang panjang. malah mereka tersedu sedan mendengar lantunan yang indah itu". sambungnya lagi, "akan tetapi kita, untuk baca surat al-humazah yang hanya 9 ayat saja dalam sholat-sholat, kita merasa jenuh, capek, ngantuk, dan masih banyak hal lain yang ingin diselesaikan. tidak mau menghayati baris perbaris kalimat suci itu. seakan sholat dan bacaan-bacaanya itu hanya untuk penggugur kewajiban saja, sudah." tutupnya.
mari telisik lagi hati kita, bagaimana reaksi dan keadaannya ketika medengar lantunan ayat suci Al-qur'an, apakah iya penuh sesak? rindu pada Allah dan Rasul? mata membulirkan butiran bening keinsafan? atau malah sebaliknya, tidak ada rasa di hati? tidak ada reaksi yang membekas? bahkan biasaa saja.
al-Qur'an itu adalah literasi yang luar bisa indah dan tidak ada pembandingnya. bahkan ia relatif mudah untuk dihafal dan di pahami. banyak hal yang Allah sampaikan dalam wahyu-Nya. namun kenapa kita masih saja menganggapnya tidak penting. bahkan untuk membacanya saja sangat jarang karena disibukkan oleh pekerjaan lain. tidak ada waktu untuk membacanya bahkan untuk meluangkan waktu semenit untuk membacanya saja sulit.
Jom telisik dan pahami kandungan al-Qur'an. cintai Al-qur'an dan bersahabatlah dengannya.
Jumat, 10 Juni 2016
Mencintainya semisal.
Mencintainya semisal pungguk merindukan rembulan. Tak akan bisaku gapai ianya. Dia jauh akupun begitu. Aku tak tahu nama lengkapnya, juga alamat rumahnya, bukan karena alamat rumahnya itu palsu. Tapi memang aku tak pernah cari tahu. Aku rasa begitu juga dia, jangankan untuk tahu namaku, untuk memandang aku juga tidak. Ini bukan cinta bertepuk sebelah tangan tapi ini cinta dalam diam kata orang. Sama sekali aku tdk tahu bagaimana rasa dia terhadapku pun begitu jg aku padanya.
Hingga kinipun aku heran, apa iya ini ni yg namanya cinta. Aku menyukainya tapi tak beraniku bicara, tak berani ku mendekat bahkan tak berani ku pandang. Bukan karena rupanya yang jelek tapi karena akhlaknya yang indah, tutur katanya yang sopan serta ketakwaannya pada Allah dan Rasulullah lalu disusul kecintaannya pada alqur'an. Perempuan mana yang tidak meleleh karena hal yang tersebutkan di atas.
Tapi aku? Aku tidak meleleh karena itu, aku anggap itu sebagai keharusan pada setiap manusia sebenarnya. Namun biarlah ini kan tetap tersimpan apik di blog sunyi ini, karena cintakupun sunyi, senyap dan sepi dari kenyataan..
Langganan:
Komentar (Atom)
