Jumat, 10 Juni 2016

Mencintainya semisal.

Mencintainya semisal pungguk merindukan rembulan. Tak akan bisaku gapai ianya. Dia jauh akupun begitu. Aku tak tahu nama lengkapnya, juga alamat rumahnya, bukan karena alamat rumahnya itu palsu. Tapi memang aku tak pernah cari tahu. Aku rasa begitu juga dia, jangankan untuk tahu namaku, untuk memandang aku juga tidak. Ini bukan cinta bertepuk sebelah tangan tapi ini cinta dalam diam kata orang. Sama sekali aku tdk tahu bagaimana rasa dia terhadapku pun begitu jg aku padanya. 

Hingga kinipun aku heran, apa iya ini ni yg namanya cinta. Aku menyukainya tapi tak beraniku bicara, tak berani ku mendekat bahkan tak berani ku pandang. Bukan karena rupanya yang jelek tapi karena akhlaknya yang indah, tutur katanya yang sopan serta ketakwaannya pada Allah dan Rasulullah lalu disusul kecintaannya pada alqur'an. Perempuan mana yang tidak meleleh karena hal yang tersebutkan di atas. 

Tapi aku? Aku tidak meleleh karena itu, aku anggap itu sebagai keharusan pada setiap manusia sebenarnya. Namun biarlah ini kan tetap tersimpan apik di blog sunyi ini, karena cintakupun sunyi, senyap dan sepi dari kenyataan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar